Tampilkan postingan dengan label Metode Riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Riset. Tampilkan semua postingan

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Jumat, 26 November 2010

Tema         : Loyalitas Konsumen
Tahun       : 2010

Pengaruh Trust In A Brand Terhadap Kesetian Merek (Loyalitas) Telkomsel Flash
(Wilayah Depok-Kelapa Dua)

1.   Hasil Penelitian
Dari pernyataan pada kuesioner yang telah diajukan kepada responden diperoleh berbagai macam tanggapan terhadap variabel trust in a brand. Berbagai tanggapan dari responden tersebut telah diringkas dan disajikan di bawah ini.
        a. Brand Characteristic
Brand characteristic (karakteristik merek) berkaitan dengan kepercayaan konsumen terhadap suatu merek. Kepercayaan di sini menyangkut tentang kinerja merek dapat diramalkan, mempunyai reputasi dan kompetensi merek.
Variabel brand characteristic (X1) diukur dengan menggunakan sepuluh buah pernyataan. Pensekoran dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan interval skor 1 sampai dengan 5. Seluruh skor jawaban yang terkumpul untuk variabel brand characteristic adalah sebanyak 300 pernyataan, yang berasal dari 30 responden dengan 10 jumlah pertanyaan. 
Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa sebanyak 79 % responden setuju dengan kondisi dari dimensi brand characteristic air mineral Aqua dan 21 % responden menyatakan tidak setuju. Ini menunjukkan bahwa dimensi brand characteristic dapat membentuk kepercayaan responden terhadap air mineral Aqua.
        b. Company Characteristic
Karakteristik perusahaan meliputi reputasi suatu perusahaan serta integritas perusahaan di balik merek tersebut.
Variabel company characteristic (X2) diukur dengan menggunakan empat buah pernyataan. Seluruh skor jawaban yang terkumpul untuk variabel company characteristic adalah sebanyak 120 pernyataan, yang berasal dari 30 responden dengan 4 jumlah pertanyaan.
Apabila ditinjau dari jawaban responden, yang sangat setuju, setuju, dan cukup setuju sebanyak 215 atau 71,67 %, sedangkan total jawaban responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju sebanyak 85 atau 28.33 %. Jadi, dapat dijelaskan bahwa dimensi company characteristic dapat membentuk kepercayaan responden terhadap TELKOMSEL Flash.
        c. Consumer – Brand Characteristic
Karakteristik konsumen – merek merupakan totalitas pemikiran dan perasaan individu dengan acuan dirinya sebagai objek sehingga sering kali dalam konteks pemasaran dianalogkan merek sama dengan orang.
Variabel consumer – brand characteristic (X3) diukur dengan menggunakan tiga buah pernyataan. Seluruh skor jawaban yang terkumpul untuk variabel consumer – brand characteristic adalah sebanyak 90 pernyataan, yang berasal dari 30 responden dengan 3 jumlah pertanyaan.
Apabila ditinjau dari jawaban responden, yang sangat setuju, setuju, dan cukup setuju sebanyak 246 responden atau 71,93 %, sedangkan total jawaban responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju sebanyak 96 atau 28.07 % Ini berarti bahwa dimensi consumer – brand characteristic dapat membentuk kepercayaan responden terhadap TELKOMSEL Flash.
        d. Brand Loyalty
Loyalitas merek dapat dipandang sebagai komitmen internal dalam diri konsumen untuk membeli dan membeli ulang suatu merek tertentu meskipun ada pengaruh situasional dan usaha pemasaran yang dapat menimbulkan perilaku peralihan.
Variabel brand loyalty (Y) diukur dengan menggunakan lima buah pernyataan. Seluruh skor jawaban yang terkumpul untuk variabel consumer-brand characteristic adalah sebanyak 150 pernyataan, yang berasal dari 30 responden dengan 5 jumlah pertanyaan.
Apabila ditinjau dari jawaban responden yang sangat setuju, setuju, dan cukup setuju sebanyak 438 responden atau 77,19 %, sedangkan total jawaban responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju sebanyak 132 atau 22.81%. Ini menunjukkan bahwa responden loyal terhadap TELKOMSEL Flash.

2.  Analisis dan Pembahasan
a. Analisis Regresi Variabel Trust in a Brand terhadap Brand Loyalty Secara Bersama-sama
Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model matematis analisis regresi linear berganda. Sesuai dengan hasil analisis pada Tabel 10, secara matematis model tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut :
Y = -0.660 + 0.289X1 + 0.243X2 + 0.203X3
Keterangan :
Y = Brand Loyalty
X1= Brand characteristic.
X2= Company characteristic
X3= Consumer-brand characteristic.
Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa secara bersama-sama pengaruh variable trust in a brand terhadap brand loyalty adalah sebesar 94,2 %, sedangkan sisanya sebesar 5,8 % brand loyalty dipengaruhi oleh variabel-variabel lain selain trust in a brand.
Konstanta sebesar -0,660 menyatakan bahwa jika tidak ada brand characteristic, company characteristic, dan consumer – brand characteristic (X1, X2, dan X3 adalah 0), maka tidak ada brand loyalty.
Koefisien regresi brand characteristic (X1) sebesar 0,289, company characteristic (X2) sebesar 0,243, dan consumer – brand characteristic (X3) sebesar 0,203 semuanya bertanda positif. Artinya, terjadi pengaruh yang positif/searah antara variabel bebas dengan variabel terikat.

b. Analisis Regresi Trust in a Brand terhadap Brand Loyalty secara Parsial

Secara partial brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty yaitu dengan koefisien beta sebesar 0,668 dan tingkat signifikan 0,000. Company characteristic secara signifikan berpengaruh terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,224 dan tingkat signifikan 0,000, sedangkan consumer brand characteristic secara signifikan berpengaruh terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,165 dan tingkat signifikan sebesar 0,000.

3.  Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian setelah diolah dengan menggunakan alat analisis yang digunakan dapat disimpulkan sebagai berikut :
a.  Secara bersama-sama variabel trust in a brand yang meliputi brand characteristic (X1), company characteristic (X2), dan consumerbrand characteristic (X3) mempengaruhi brand loyalty. Besarnya pengaruh variabel trust in a brand tersebut adalah 0.942 dengan tingkat signifikan 0.000.
b.  Secara parsial variabel trust in a brand yang meliputi brand characteristic, company characteristic, dan consumer – brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty. Brand characteristic (X1) secara signifikan berpengaruh terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0.668 dengan tingkat signifikan 0.000, company characteristic (X2) cukup signifikan berpengaruh terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0.224 dan tingkat signifikan 0.000, dan consumer – brand characteristic (X3) cukup signifikan berpengaruh terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0.165 dan tingkat signifikan 0.000. Dari ketiga variabel trust in a brand tersebut brand characteristic  yang berpengaruh dominan terhadap brand loyalty.

BAB II METODOLOGI

Tema         : Loyalitas Konsumen
Tahun       : 2010

Pengaruh Trust In A Brand Terhadap Kesetian Merek (Loyalitas) Telkomsel Flash
(Wilayah Depok-Kelapa Dua)

1.   Jenis Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua jenis data, yaitu :
(a) Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada seluruh konsumen TELKOMSEL Flash, baik yang sedang menggunakan atau pernah menggunakan TELKOMSEL Flash di wilayah JABODETABEK.
(b) Data sekunder yaitu data yang bersumber dari sumber-sumber lain yang telah tersedia sebelumnya berkaitan dengan penelitian.
kualitatif.

2.  Populasi dan Obyek Penelitian
Populasi penelitian ini adalah seluruh konsumen TELKOMSEL Flash, baik yang sedang menggunakan atau pernah menggunakan TELKOMSEL Flash di wilayah JABODETABEK. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Quota Accidental Sampling, yaitu dengan penetapan jumlah anggota sampel secara kuota atau jumlah terhadap konsumen yang mudah ditemui pada saat survei dilakukan.

3.  Metode Pengambilan Data
Data diperoleh melalui kuisioner yang dijawab responden terhadap pernyataan yang dibuat tentang kesetiaan produk dan kepuasan konsumen. Skala pengukuran yang dilakukan adalah semantic differensial scale (diukur dalam 5 point skala 1 = sangat setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, 5 = sangat setuju), skala pengukuran ini kemudian ditransformasi kedalam Likert yang telah memenuhi skala pengukuran interval.

4.  Variabel Penelitian
Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi tiga variabel independen (X), yaitu brand characteristic (X1), company characteristic (X2), dan consumer – brand characteristic (X3). Sebaliknya, variable dependen (Y) hanya satu yaitu brand loyalty.

5.  Model Penelitian
        a. Metode Suksesif Interval
Sebelum melakukan analisis regresi berganda, tahap awal yang dilakukan adalah melakukan pengolahan data dengan mengubah data ordinal menjadi data interval dengan menggunakan metode suksesif interval. Metode suksesif interval berfungsi untuk mengubah data ordinal menjadi interval.
        b. Analisis Regresi Berganda
Model regresi digunakan untuk mengasumsikan bahwa terdapat hubungan linier antara variabel brand loyalty dengan variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer – brand characteristic. Adapun model persamaan regresi yang digunakan dalam analisis ini adalah :
Y = β0+ β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e
Keterangan :
Y = Brand Loyalty                       X1 = Brand characteristic
β0 = Constanta                          X2 = Company characteristic
β1β2β3 = Koefisien Regresi          X3 = Consumer-brand characteristic

BAB I PENDAHULUAN

Tema         : Loyalitas Konsumen
Tahun       : 2010

Pengaruh Trust In A Brand Terhadap Kesetian Merek (Loyalitas) Telkomsel Flash
(Wilayah Depok-Kelapa Dua)

1.  Latar Belakang
TELKOMSEL Flash adalah layanan internet tanpa kabel (wireless) yang disediakan oleh TELKOMSEL untuk seluruh pelanggannya (kartu Halo, SimPATI dan kartu AS). Layanan ini didukung dengan teknologi HSDPA/3G/EDGE/GPRS yang dapat menghasilkan kecepatan download sampai dengan 7.2 Mbps. Keuntungan-keuntungan yang diberikan TELKOMSEL Flash kepada pelanggannya, yaitu :
·                      a.  Mudah Dikontrol
Dengan pilihan paket Unlimited, anda dapat menggunakan internet sepuasnya tanpa khawatir dengan batasan waktu dan kelebihan biaya akses.  Bagi anda pengguna kartu prabayar (simPATI atau Kartu As), anda bisa lebih mudah mengontrol penggunaan internet dan pengeluaran anda dengan memilih paket berbasis waktu (Time Based).
        b. Fleksibel
Anda dapat menggunakan & mendaftarkan kartu TELKOMSEL apa saja, baik kartuHALO, simPATi ataupun Kartu As.
        c. Kecepatan Tinggi
Anda dapat menikmat pengalaman akses internet dengan kecepatan hingga 7.2 Mbps.
        d. Jangkauan Jaringan yang Luas
Akses internet dimana saja dan kapan saja, dalam jangkauan jaringan 3G/HSDPA TELKOMSEL.
Namun hal tersebut diatas tidak hanya ditawarkan dan dimiliki oleh TELKOMSEL Flash sendiri, melainkan hampir semua broadband modem internet di Indonesia. Tetapi TELKOMSEL Flash dapat dikatakan unggul dalam menarik pasarnya. Hal tersebut menarik minat peneliti untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan TELKOMSEL Flash begitu digandrungi oleh para pengguna modem internet.

2. Rumusan Masalah
a. Apakah variabel brand characteristic, company charateristis dan consumer – brand charateristic secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pada konsumen TELKOMSEL Flash ?
b. Apakah variabel brand characteristic, company charateristis dan consumer – brand charateristic secara parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pada konsumen TELKOMSEL Flash, serta variabel mana yang berpengaruh dominan ?

3. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama variabel brand characteristic, company charateristis dan consumer – brand charateristic terhadap loyalitas pada konsumen TELKOMSEL Flash.
b. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel brand characteristic, company charateristis dan consumer – brand charateristic terhadap loyalitas pada konsumen TELKOMSEL Flash serta variabel yang dominan berpengaruh.

4. Kerangka Pemikiran
Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, setiap perusahaan harus mampu bertahan hidup, bahkan harus dapat terus berkembang. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh setiap perusahaan adalah mempertahankan pelanggan yang telah ada, terus menggarap pelanggan-pelanggan potensial baru agar
jangan sampai pelanggan meninggalkan perusahaan menjadi pelanggan perusahaan lain. Dengan kata lain perusahaan harus mampu mempertahankan loyalitas pelanggan.
Loyalitas pelanggan terhadap merek produk merupakan konsep yang sangat penting khususnya pada kondisi tingkat persaingan yang sangat ketat dengan pertumbuhan yang rendah. Pada kondisi demikian loyalitas pada merek sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat bertahan hidup. Di samping itu, upaya mempertahankan loyalitas merek ini merupakan upaya strategis yang lebih efektif dibandingkan dengan upaya menarik pelanggan baru.
Persoalan merek menjadi salah satu persoalan yang harus dipantau secara terus-menerus oleh setiap perusahaan. Merek-merek yang kuat, teruji, dan bernilai tinggi terbukti tidak hanya sukses mengalahkan hitungan-hitungan rasional, tetapi juga canggih mengolah sisi - sisi emosional konsumen. Merek bisa memiliki nilai tinggi karena ada brand building activity yang bukan sekadar berdasarkan komunikasi, tetapi merupakan segala macam usaha lain untuk memperkuat merek tersebut.
Suatu merek dapat mengandung tiga hal, yaitu sebagai berikut :
a. Menjelaskan apa yang dijual perusahaan (brand characteristic).
b. Menjelaskan apa yang dijalankan oleh perusahaan (company charateristis).
c. Menjelaskan profil perusahaan itu sendiri (consumer – brand charateristic).

5.  Hipotesis
a. Variabel brand characteristic, company charateristis dan consumer – brand charateristic secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap terhadap loyalitas pada konsumen TELKOMSEL Flash.
b. Variabel brand characteristic, company charateristis dan consumer – brand characteristic secara parsial berpengaruh signifikan terhadap terhadap loyalitas pada konsumen TELKOMSEL Flash.

Review Jurnal III

Senin, 01 November 2010


Tema         : Loyalitas Konsumen
Pengarang : Gede Riana
  (Jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana)
Tahun       : 2008

Pengaruh TRUST IN A BRAND  TERHADAP BranD LOYALTY
(KONSUMEN AIR MINUM AQUA DI KOTA DENPASAR)

Latar Belakang dan Perumusan Masalah
           Kesetiaan pelanggan tidak dapat begitu saja diraih oleh PT. Aqua, tetapi memerlukan proses panjang untuk meyakinkan bahwa Aqua merupakan air minum terbaik. Dari hal tersebut diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.     Apakah variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer brand characteristic secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty pada konsumen air minum Aqua ?
2.    Apakah variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer–brand characteristic secara parsial berpengaruh signifikan terhadap brandloyalty pada  konsumen air minum Aqua serta variabel mana yang berpengaruh dominan ?

Tujuan Penelitian
1.     Untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer – brand characteristic terhadap brand loyalty pada konsumen air minum Aqua.
2. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer–brand characteristic  terhadap brand loyalty pada konsumen air minum Aqua serta variabel yang dominan berpengaruh.

Metodologi Penelitian
1.  Hipotesis
(a) Variabel brand characteristic company characteristic dan consumer – brand characteristic  secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty.
(b)  Secara parsial variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer – brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dan yang mempunyai pengaruh dominan adalah variabel brand characteristic.
2.  Identifikasi Variabel
Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi tiga variabel independen (X), yaitu brand characteristic (X1), company characteristic (X2), dan consumer–brandcharacteristic (X3). Sebaliknya, variable dependen (Y) hanya satu yaitu brand loyalty.
3.  Penentuan Populasi dan Sampel
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Quota Accidental Sampling,
n = 5 x I = 5 x 19 = 95
Keterangan :
n = Ukuran sampel
I = Jumlah indikator variabel bebas yang diteliti
Karena lokasi penelitian mempunyai wilayah yang cukup luas, responden yang dijadikan sampel penelitian diperluas menjadi enam kali jumlah indicator variabel bebas menjadi 114 orang responden.
4.  Jenis dan Sumber Data
Data primer, merupakan data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada warga masyarakat Kota Denpasar yang mengkonsumsi air minum Aqua.
Data sekunder, yaitu data yang bersumber dari PT Tirta Investama dan sumber-sumber lain yang telah tersedia sebelumnya berkaitan dengan penelitian.
5.  Teknik Pengumpulan Data
         (a) Wawancara
         (b) Observasi
6.  Uji Validitas dan Reliabilitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keabsahan dan kevalidan suatu alat ukur atau instrument penelitian. Sedangkan Reliabilitas memperhatikan sejauh mana alat ukur dapat diandalkan dan dipercaya.
7.  Teknik Analisis Data
   (a) Metode Suksesif Interval
       (b) Uji Asumsi Regresi Berganda
   (c) Analisis Regresi Berganda
Y = β0+ β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e
Keterangan :
Y  = Brand Loyalty               X1  = Brand characteristic
β0 = Constanta                    X2 = Company characteristic
β1β2β3= Koefisien Regresi     X3 = Consumer-brand characteristic

Hasil Penelitian
Dari pernyataan pada kuesioner yang telah diajukan kepada responden diperoleh
berbagai macam tanggapan terhadap variabel trust in a brand, yang telah diringkas dan disajikan di bawah ini :
1.    Brand characteristic
Mengacu pada distribusi skor dapat diketahui bahwa sebanyak 81,94 % responden setuju dengan kondisi dari dimensi brand characteristic air mineral Aqua dan 18,06 % responden menyatakan tidak setuju. Ini menunjukkan bahwa dimensi brand characteristic dapat membentuk kepercayaan responden terhadap air mineral Aqua.
2. Company Characteristic
Apabila ditinjau dari jawaban responden, yang sangat setuju, setuju, dan cukup setuju sebanyak 327 atau 71,71 %, sedangkan total jawaban responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju sebanyak 129 atau 28.29 %. Jadi, dapat dijelaskan bahwa dimensi company characteristic dapat membentuk kepercayaan responden terhadap air mineral Aqua.
3.  Consumer – Brand Characteristic
Apabila ditinjau dari jawaban responden, yang sangat setuju, setuju, dan cukup setuju sebanyak 246 responden atau 71,93 %, sedangkan total jawaban responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju sebanyak 96 atau 28.07% Ini berarti bahwa dimensi consumer – brand characteristic dapat membentuk kepercayaan responden terhadap air mineral Aqua.
4.  Brand Loyalty
Apabila ditinjau dari jawaban responden yang sangat setuju, setuju, dan cukup setuju sebanyak 438 responden atau 77,19 %, sedangkan total jawaban responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju sebanyak 132 atau 22.81%. Ini menunjukkan bahwa responden loyal terhadap air mineral Aqua.
5.  Hasil Pengujian Asumsi Klasik
Uji Linearitas
Berdasarkan hasil pengujian yang ada pada lampiran dapat dilihat bahwa garis regresi pada scatter plot semuanya mengarah ke kanan atas. Hal ini membuktikan bahwa adanya linearitas antara variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer brand characteristic dengan brand loyalty.
Uji Normalitas
Dalam grafik terlihat data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Dengan demikian, maka model dalam penelitian ini sudah memenuhi uji normalitas.
Uji Multikolinearitas
Dalam analisis ini didapat nilaiVariance Influence Faktor (VIF), dari hasil analisis, didapat ketiga variabel bebas dalam penelitian nilai VIF-nya di bawah 10. Ini berarti bahwa tidak terjadi multikolinearitas antara variabel bebas tersebut.
Heterokedastisitas
Dari hasil perhitungan dengan SPSS didapat korelasi Range Spearmans bahwa tingkat signifikan hasil korelasi untuk tiap-tiap variabel bebas > 5%. Ini berarti bahwa dari persamaan regresi yang digunakan tidak terjadi heterokedastisitas atau dengan kata lain terjadi homokedastisitas.
Uji Autokorelasi
Ada tidaknya autokorelasi dalam penelitian ini dideteksi dengan menggunakan uji Durbin – Watson. Diketahui bahwa nilai Durbin – Watson sebesar 2.025. Nilai tersebut dapat dinyatakan mendekati nilai 2. Jadi, disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi di antara variabel bebas dalam penelitian.
6.  Analisis Regresi Berganda
Analisis Regresi Variabel Trust in a Brand terhadap Brand Loyalty Secara Bersama-sama
Y = -0.660 + 0.289X1 + 0.243X2 + 0.203X3
Keterangan :
Y = Brand Loyalty
X1= Brand characteristic.
X2= Company characteristic
X3= Consumer-brand characteristic.     
Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa secara bersama-sama pengaruh variable trust in a brand terhadap brand loyalty adalah sebesar 94,2 %, sedangkan sisanya sebesar 5,8 % brand loyalty dipengaruhi oleh variabel-variabel lain selain trust in a brand.
Analisis Regresi Trust in a Brand terhadap Brand Loyalty secara Parsial
Secara partial brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty yaitu dengan koefisien beta sebesar 0,668 dan tingkat signifikan 0,000. Company characteristic secara signifikan berpengaruh terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,224 dan tingkat signifikan 0,000, sedangkan consumer brand characteristic secara signifikan berpengaruh terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,165 dan tingkat signifikan sebesar 0,000.

Kesimpulan
1.     Secara bersama-sama variabel trust in a brand yang meliputi brand characteristic (X1), company characteristic (X2), dan consumerbrand characteristic (X3) mempengaruhi brand loyalty. Besarnya pengaruh variabel trust in a brand tersebut adalah 0.942 dengan tingkat signifikan 0.000.
2.    Secara parsial variabel trust in a brand yang meliputi brand characteristic, company characteristic, dan consumer – brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty. Brand characteristic (X1) secara signifikan berpengaruh terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0.668 dengan tingkat signifikan 0.000, company characteristic (X2) cukup signifikan berpengaruh terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0.224 dan tingkat signifikan 0.000, dan consumer – brand characteristic (X3) cukup signifikan berpengaruh terhadap

Saran dan Usulan Lanjutan
Upaya peningkatan kepercayaan konsumen terhadap brand characteristic tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan intensitas kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat.